Tampilkan postingan dengan label Kencing Manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kencing Manis. Tampilkan semua postingan

Khasiat Kumis Kucing untuk Pengobatan


Siapa yang tidak kenal dengan tanaman obat yang satu ini, bentuknya yang mirip kumis kucing, menjadi ciri khas tanaman obat yang satu ini. Tapi jangan salah selain bebentuk kumis kucing, ternyata tanaman obat ini banyak manfaat nya untuk mengobati bermacam penyakit.

Daun kumis kucing di teliti mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.

Khasiat kumis kucing ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit seperti, infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing.

Tanaman kumis kucing Untuk memperlancar pengeluaran air kemih
- Kumis Kucing 30 gram
- Akar Alang-alang 30 gram
- Meniran 30 gram

Semua dicuci sampai bersih, kemudian rebus dengan air sebanyak tiga gelas. Tunggu sampai mendidih, sampai tersisa kira-kira 1.5 gelas air. Kemudian ramuan tersebut diminum 3x sehari sebanyak setengah gelas.

Tanaman kumis kucing Untuk mengobati batu ginjal
- Daun kumis kucing 25 gram
- Daun ngokilo 25 gram
- Daun meniran dengan akarnya 25 gram
- Daun keji beling, dicuci 25 gram

Semua bahan diatas direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum semua air rebusan itu dalam sehari.

Atau bisa juga dengan cara berikut ini:
- Daun kumis kucing 3 genggam
- Daun keji beling dicuci 5 helai

Kedua bahan tadi direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Diminum airnya 2x sehari, pagi dan sore, selama 10 hari. Sesudah 10 hari, ganti dengan air rebusan jagung muda, 1 x sehari.

Agar pengobatan berjalan dengan lancar, Hindari makan durian, daging kambing, serta makanan pedas. Semoga bermanfaat (berbagai sumber)

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes Melitus


Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi tabungan
di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa
hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari kebiasaan segelas
minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa
meningkatkan risiko diabetes? Diabetes melitus atau DM menjadi ancaman serius
bagi masyarakat. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, angka kejadian diabetes
di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia, yaitu 8,4 juta jiwa,
pada tahun 2000.
10 kebiasaan kecil yang bisa memicu terjadinya diabetes mellitus pada seseorang adalah :

1. Minum Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah
melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira
mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa
rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis
saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi
beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori.
Ujungnya: obesitas dan diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari
dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan
adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti
kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit
kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan
salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah
kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol
total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL
(kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat
disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak,
termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri
dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong
atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit,
keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa
kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan
dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di
dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para
ahli dari University of Chicagomengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari
mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko
diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam
darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur
terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di
negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 10
tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi,Vietnam, berlipat ganda.
Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding
bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di
Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas
lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas
lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat
stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol
supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita
memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah
terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja
dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada
sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita
menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen.
Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi
kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti
hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan
bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin,
atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula
darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi
RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja
insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin.
Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan
baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kena sinar matahari
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium
berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber
vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari
pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian
terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology,
menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh,
termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari pagi
selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603
wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda
membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti
mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam
minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang
sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula.

Resp obat tradisional untuk mengatasi kencing manis (diabetes mellitus bisa di baca di obat tradisional alami kencing manis.


Terima kasih untuk  : www.kompas.com dan www.obat-diabetes.tk




 Balas

 Teruskan



Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

Obat Tradisional Kencing Manis  (diabetes mellitus) merupakan artikel yang akan di tulis pada post kali ini.
Kencing manis merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat kekurangan atau penurunan efektivas insulin.Kelebihan glukosa yang terbuang dalam urin menyebabkan kencing penderita sering dikerumuni semut karena mengandung gula atau glukosa sehingga di sebut kencing manis.Faktor genetik, pola hidup dan pola makan memegang peranan penting sebagai penyebab dabetes mellitus.

Kencing manis ditandai dengan gejala sebagai berikut:
1. Sering buang air kecil dengan volume yang banyak.
2. Selalu merasa haus dan ingin minum terus.
3. Sering merasa lapar, lemah serta mudah lelah dan mengantuk.
4. Gatal-gatal dan mudah timbul borok (luka) yang sulit sembuh.
Obat tradisional kencing manis (diabetes mellitus) yang bisa digunakan untuk mengobatinya adalah sebagai berikut:

Resep 1 Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Bahan:
Daun duwet................... 7 lembar (-+ 15 gr)
Meniran........................ 3 tanaman (-+ 15 gr)
Kulit batang pule .........  3 jari tangan (-+ 17 gr)
Daun kumis kucing ......  30 lembar (-+ 7 gr)
Cara meramu:
Cuci semua bahan dan rebus dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Lakukan secara teratur minimal selama 2 minggu, jika ada tanda kemajuan maka minum ramuan tradisional dilanjutkan sampai kondisi gula dalam darah menjadi normal.Setelah sembuh minum ramuan 2 hari dalam 1 minggu untuk menjaga gula darah tetap normal.

Resep 2 Obat Tradisional Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
Obat tradisional yang digunakan untuk mengaktifkan kerja pankreas adalah pare.
Cuci pare sebanyak 2 ons kemudian parut, lalu seduh dengan air mendidih 1/2 gelas.Kemudian peras dan saring.Setelah dingin, minum sebelum makan pagi hari.

Catatan:
Pengobatan pada kencing manis (diabetes mellitus) membutuhkan dukungan penuh keluarga.Lakukan secara teratur dan sungguh-sungguh, minum ramuan resep 1 dan juga ramuan resep 2.Jangan lupa semua pantangan juga dijauhi.

Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat.Untuk obat tradisional kencing manis (diabetes mellitus) dengan bahan lain akan dibahas pada postingan berikutnya.


Khasiat Daun Salam


Daun salam biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu dapur. Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter.

Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain daun yang dipakai sebagai bumbu, kulit pohonnya biasa dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan tumbuhan ini bisa dilakukan dengan biji, cangkok, atau stek.

Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat: Rempah, Rimpang, dan Umbi, pohon salam memiliki berbagai khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pohon salam bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan lain-lain.

Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.

Mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.

Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah,7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari. Mengatasi radang lambung, 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.

Sebagai obat kencing manis,7 lembar daun salam dan 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 200 cc. Setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari.

Sumber: Okezone